Blog

Joe's Food Blog
YUME - XXXV
努努 -ゆめゆめ-
ワンオクロック
1. Edisi 2K17-A
    Bahan katun Kombet
    Warna hitam dengan sablon putih
    
2K17-A
2. Edisi 2K17-B
    Warna putih dengan sablon hitam
2K17-B
3. Edisi blok white (2K17-A)
    Warna hitam dengan blok sablon putih font hitam
Blok white (2K17-A)



Jenis usaha yang saya minati adalah membuat sebuat usaha cafe sederhana di sekitaran kampus urindo, alasan saya ingin membuka sebuah usaha berbentuk cafe tersebut karena saya melihat peluang yang bagus untuk membuka usaha tersebut karena menurut saya di sekitaran tersebut belum ada tempat bagus buat tongkrongan menarik untuk mahasiswa


 Tapi ada hal-hal yang perlu di perhitungkan untuk mendirikan sebuah usaha cafe tersebut diantaranya

1. Menulis business plan
Bisnis apapun harus dimulai dengan menulis rencana bisnis, karena ia akan bertindak sebagai basis dari pandangan masa depan bisnis Anda dan bagaimana Anda dapat meraih keuntungan darinya. Beberapa tips menulis rencana bisnis yang baik dapat Anda temukan di tulisan kami sebelumnya mengenai cara membuat business plan hingga tips membuat business plan tanpa repot.

2. Mengumpulkan modal
Sebagaimana bisnis kafe adalah bisnis yang relatif butuh modal besar, maka Anda perlu melobi investor hingga perbankan untuk jadi sumber modal Anda. Anda mungkin juga ingin membaca tulisan kami mengenai alternatif-alternatif sumber modal untuk bisnis kecil.

3. Mencari lokasi

Selidiki beberapa lokasi yang berbeda untuk  kafe Anda. Pilih tempat yang paling sesuai dengan anggaran Anda, dan paling ideal untuk pelanggan Anda. Ada baiknya jika lokasi tersebut pernah digunakan sebagai kafe, karena Anda tidak perlu menghabiskan waktu dan uang untuk mengubah ulang fungsionalnya ke dalam sebuah kafe. Lagipula, pelanggan lama mereka mungkin suatu saat tidak sengaja tersesat di kafe Anda. Tips lain tentang memilih lokasi bisnis terbaik.

4. Lisensi, perijinan, asuransi

Dapatkan semua legalitas untuk memulai bisnis cafe di lokasi yang Anda temukan. Pastikan Anda mendapatkan semua lisensi, izin, dan asuransi yang diperlukan pada pemerintah daerah.

5. Membuat menu

Makanan dan minuman yang Anda tawarkan harus memiliki daya saing di daerah itu. Karena pada dasarnya kuliner itu sederhana. Apabila cocok di lidah, maka konsumen akan kembali. Atur harga Anda sesuai dengan demografi target pasar Anda.

6. Membeli peralatan

Misalnya meja, kursi, piring, gelas. Sesuaikan dengan dekorasi yang Anda inginkan ada di kafe Anda. Selain itu, Anda mungkin juga perlu membeli alat-alat dapur yang diperlukan untuk memasak menu.

7. Menyewa chef dan staf dapur

Ketika Anda memilih staf dapur, pastikan setiap menu mereka dapat Anda replika sendiri. Itulah sebabnya kenapa seorang pemilik bisnis kafe juga harus senang memasak. Karena, Anda tidak akan tahu kapan mereka akan pergi dari kafe Anda, atau mengancam pergi membawa setiap menu Anda apabila persyaratan tertentu tidak terpenuhi.

8. Melatih pramusaji

Jika koki adalah tulang punggung yang memuaskan lidah konsumen, maka pramusaji adalah andalan Anda untuk memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen. Sayangnya tidak semua orang terlahir ramah, sebagaimana tidak semua orang terlahir untuk bisa memasak. Anda perlu melatih karyawan pramusaji Anda untuk sepaham dengan Anda mengenai pelayanan yang terbaik bagi konsumen.

9. Menjalin hubungan yang erat dengan distributor

Anda perlu menemukan cara paling baik dan paling efektif dari segi biaya untuk mendapatkan semua makanan dan barang-barang lain yang Anda butuhkan untuk menjalankan bisnis Anda sehari-hari. Itulah sebabnya Anda perlu kenal dulu dengan para pemain di industri Anda.

10. Menyusun rencana marketing

Ketika Anda sudah siap, maka sudah saatnya membuka kafe Anda. Sebelum itu, Anda bisa menciptakan antisipasi dengan menyebarkan informasi seputar program promosi di kafe Anda. Tujuan pertama Anda seharusnya bukanlah langsung profit di hari pertama, melainkan agar bisnis Anda bisa dikenal dulu oleh banyak orang, sekaligus uji kecocokan makanan dengan lidah konsumen Anda.

Gambaran pekerjaan sehari-hari Anda sebagai pemilik kafe:

Pagi Anda dimulai dengan memeriksa kafe Anda untuk memastikan semuanya sudah bersih dan siap untuk buka. Anda kemudian bertemu dengan staf Anda, memberi mereka tugas untuk hari ini dan memastikan persiapan makanan lancar. Setelah Anda membuka pintu, Anda akan menghabiskan hari mengelola staf Anda dan memastikan setiap pelanggan menikmati pengalaman mereka. Jika Anda punya waktu, Anda bisa membantu bagian pemasaran dalam membagikan selebaran, berbicara pada pelanggan Anda untuk mendorong mereka mengajak teman-teman mereka, dan beriklan di radio, atau majalah lokal. Pada malam hari ketika kafe Anda tutup, pastikan semuanya bersih dan hitung semua struk pada hari itu. Hitung berapa jumlah makanan yang sudah terjual dan sesuaikan dengan jumlah porsi makanan yang Anda keluarkan hari itu. Anda mungkin memerlukan uang di tangan Anda untuk belanja di pagi harinya.

Legalitas Usaha CAFE SEDERHANA berbentuk PT

Kelebihan PT

Perseroan Terbatas atau PT memiliki kelebihan yang menonjol, kelebihan itu adalah sebagai berikut:
1. Pemegang saham memiliki tanggungjawab terbatas.
2. Masa hidup perusahaan dapat terjamin secara berkelanjutan.
3. Ada pemisah antara pengurus perusahaan dengan pemilik perusahaan.
4. Tidak terlalu sulit dalam mengadakan pengambil alihan kepemilikannya.
5. Modal perusahaan dapat mudah di dapatkan melalui obligasi dan penjualan saham.

Kekurangan PT

Perseroan Terbatas atau PT memiliki kelemahan yang ada, kelemahannya adalah sebagai berikut:
1. Biaya atau dana yang di butuhkan lumayan besar.
2. Cukup untuk dapat melakukan pengorganisasian.
3. Ada batasan hukum yang mengaturnya dan bidang usahanya.
4. Terdapat pemisah nantara pemilik dan pengendaliaan.


Resiko Bisnis dan Usaha Yang Harus Siap di Hadapi

1. Kerugian

Kerugian merupakan hal yang paling di takutkan oleh siapa saja terutama oleh pembisnis. Skala kerugian sendiri cukup bermacam-macam, bisa skala yang kecil dengan kerugian yang tidak begitu berdampak namun ada pula kerugian tingkat menengah sampai skala besar sehingga sangat berdampak terhadap bisnis yang di jalankan. Bahkan apabila kerugian tersebut tidak bisa di kendalikan akan mengakibatkan kebangkrutan.

Kami disini bukannya menakut-nakuti anda, karena memang kerugian pada dasarnya merupakan kebalikan dari keuntungan yang menjadi salah satu resiko bisnis yang paling dihindari. Dimana tujuan kita mendirikan usaha adalah mencari keuntungan, dan yang paling di hindari adalah kerugian. Maka dari itu kerugian merupakan hal yang patut di hindari sebisa mungkin.

Biasanya kerugian terjadi di karenakan banyak faktor, mulai dari pengambilan keputusan yang
tidak tepat, menajemen yang kurang baik, pengalaman yang kurang dan juga bisa di sebabkan karena faktor ekternal seperti bencana alam, bahan baku yang sulit, minat konsumen yang menurut dan masih banyak lagi.
Namun perlu anda ketahui juga, tidak semua pembisnis yang mengalami kerugian berakhir dengan kebangkrutan, masih banyak di luar sana yang mengalami kerugian hebat sampai hampir bangkrut namun bisa bangkit dan bahkan bisa terus berkembang dan mendapatkan penghasilan yang berlipat. Mungkin hal tersebut terjadi karena pembisnis tersebut tidak putus asa dan mencari solusi yang tepat agar bisnisnya kembali lagi.

2. Persaingan Yang Ketat

Hidup di tahun 2015 seterusnya ini berbeda dengan hidup di tahun 2000 kebawah. Apabila di tahun tersebut persaingan bisnis sangat longgar dan sangat mudah mencari konsumen, maka saat ini sebaliknya. Dimana sekarang ini persaingan di dalam dunia usaha sangatlah ketat dan banyak pembisnis yang berebut pasar baik dengan cara yang sehat maupun dengan cara yang tidak sehat.

Maka dari itu sebaiknya persaingan tidak perlu terlalu di pikirkan, yang penting kita harus fokus dalam memproduksi atau memberikan jasa kepada konsumen kita. Intinya semakin baik kualitas yang kita berikan maka semakin setia juga konsumen kita terhadap produk atau layanan yang kita berikan.

3. Kondisi Pasar Yang Tidak Stabil

Saat ini kondisi pasar sangat sulit stabil, ini di karenakan perekonomian negara kita yang juga tidak stabil. Belum lagi di picu oleh ekonomi global yang mengalami tekanan akhir-akhir ini. Tak heran memang apabila kondisi pasar menjadi tidak stabil, seperti contohnya harga bahan baku, dimana harga bahan baku berubah sewaktu-waktu yang bisa membingungkan kita sebagai pembisnis. Ketika harga bahan baku naik, kita tidak bisa begitu saja menaikkan produk yang kita jual, karena hal tersebut bisa mengakibatkan konsumen kabur. Namun apabila harga tetap kita tentu mengalami kerugian. Maka solusinya bisa dengan cara mengurangi kuota produksi.

4. Butuh Kerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah

Kerja Keras dan Tidak Mudah Menyerah merupakan bekal utama seorang wirausaha. Dan hal ini termasuk resiko usaha, dimana apabila kita tidak mau bekerja keras maka dapat di pastikan usaha yang kita jalankan tidak akan berjalan lancar dan ujung-ujungnya seperti pada poin pertama tadi yakni kerugian. Selain itu menjadi pembisnis itu harus fokus, jujur, tepat, ulet, rajin, tekun, berpikir cerdas dan yang tidak kalah penting ikhlas dalam menjalankan usaha.
Itulah beberapa resiko, tepatnya 4 resiko yang ada di dalam suatu usaha. Selain 4 contoh resiko di atas tentu saja masih banyak bahkan sangat banyak resiko yang bisa di alami oleh seorang pembisnis. Cukup sekian semoga saja apa yang kami bagikan bermanfaat, terimakasih kami ucapkan karena sudah membaca ulasan Resiko Usaha Yang Harus di Hadapi.